Manusia dan Penderitaan
Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal
dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti
berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk
lain). Secara umum manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan
orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain. Seorang
Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah
kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat
tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa
identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut
menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling
berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma
yang di anutnya. Interaksi antar komponen tersebut dapat terjadi antara individu
dengna individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok
dengan kelompok.
Pengertian Manusia Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia
menurut beberapa ahli:
- NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang. - ABINENO J. I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”. - UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik. - SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar. - KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan. - I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita
berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita
artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan
itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan termasuk realitas
dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat
ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya
intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh
seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu
penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah
awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan.
Jenis Penderitaan
- Penderitaan Karena Dosa
Alkitab dengan jelas memaparkan bahwa penderitaan masuk ke dalam
dunia sebagai akibat dari jatuhnya manusia ke dalam dosa, walaupun sekarang
tidak dapat dikatakan bahwa semua penderitaan disebabkan semata-mata karena
dosa.
- Penderitaan Karena Penyakit
Penyakit fisik juga dapat menyebabkan orang menderita. Sakit
penyakit, apalagi yang berat dan berkepanjangan, akan menimbulkan penderitaan,
baik bagi si penderita, maupun orang-orang di sekitarnya.
- Penderitaan Karena Alam
Seseorang dapat saja mengatakan bahwa sepertinya Tuhan tidak adil.
Ada kalanya alam yang satu jauh lebih subur, sedangkan tanah yang lain tandus.
Seperti negara Etiopia dan Somalia mengalami tragedi kemanusiaan, yakni
kelaparan yang berkepanjangan karena alam mereka tampaknya tidak bersahabat.
Pada kesempatan lain, manusia dapat menderita karena bencana alam, apakah itu
karena angin topan, banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan bermacam-macam
gejolak alam lainnya.
- Penderitaan Karena Diri Sendiri
Seorang ahli filsafat, Socrates mengemukakan pernyataan yang amat
terkenal, "know yourself", kenalilah dirimu sendiri
dan engkau akan mendapatkan banyak kebahagiaan. Lalu muncul ungkapan, "be
yourself", tidak menjadi diri sendiri membuat manusia sering frustasi,
stres, dan mengalami banyak kegelisahan. Dunia hiburan mengatakan, "show
yourself", sebagai kunci sesungguhnya yang membuat orang dapat
tampil secara maksimal.
- Penderitaan Karena Sesama
Manusia adalah serigala bagi sesamanya. Ungkapan ini hendak
menjelaskan bahwa seseorang diri pun bisa mendatangkan kerugian bagi sesamanya
demikian juga sebaliknya. Itu sebabnya dalam dunia politik pun tidak dikenal
adanya kawan sejati, juga tidak ada musuh sejati. Yang ada hanyalah kepentingan
sejati. Manusia dapat menderita karena perbuatan sesamanya, misalnya ditipu,
diperas, dibunuh, difitnah, dilecehkan, disakiti, disiksa, dimanfaatkan, dan
lain sebagainya.
- Penderitaan Karena Perpisahan
Semua manusia pasti pernah mengalami perpisahan dan masih akan
terus mengalaminya. Dengan orang-orang yang dekat, perpisahan itu mendatangkan
kesedihan, perasaan bersalah, kesepian, atau dukacita yang membuat penderitaan
tersendiri. Putus cinta merupakan penderitaan bagi yang mengalaminya.
Perpisahan karena meninggalnya orang yang dikasihi mendatangkan perasaan duka
yang mendalam.
Fungsi Penderitaan
1.
Menempa jiwa/mental
2.
Enimbulkan solidarisme
dan empati kepada semua
3.
Menimbulkan rasa syukur
4.
Merasa dekat kepada sang
pencipta
Contoh
kasus
1. Bencana alam yang terjadi di Sulawesi
Tengah
"Update" Korban:
832 Orang Tewas karena Gempa dan Tsunami Palu Korban tewas akibat gempa dan
tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, bertambah menjadi 832 Orang.
Informasi terbaru tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas
di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho pada
Minggu (30/9/2018) siang. "Update dampak bencana jumlah korban jiwa sampai
siang ini pukul 13.00, total 832 orang meninggal dunia, yakni di Kota Palu 821
orang dan Donggala 11 orang," kata Sutopo. Korban tewas akibat tertimpa
bangunan dan diterjang tsunami.
Sutopo mengatakan, jumlah
korban kemungkinan masih akan terus bertambah karena pencarian dan evakuasi
terus dilakukan. Proses pencarian dan evakuasi korban hari ini fokus di Hotel
Roa Roa yang runtuh, Ramayana, Pantai Talise, hingga perumahan Balaroa.
"Di Hotel Roa Roa diperkirakan ada 50-an orang korban," lanjutnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB: Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu Jadi 832 Orang", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/30/14042881/bnpb-korban-tewas-gempa-dan-tsunami-palu-jadi-832-orang.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB: Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu Jadi 832 Orang", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/30/14042881/bnpb-korban-tewas-gempa-dan-tsunami-palu-jadi-832-orang.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
2. Cerita Getir Pria Solo Usai Mengidap Asam Lambung
Solo - Nasib kurang beruntung dialami
pria Solo ini. Sudah dua tahun Herry Rahmad Setiawan tak bisa
berjalan. Dia hanya mampu mengisi waktunya dengan berbaring di ranjang.
Laki-laki kelahiran 29 September 1974 itu tak sanggup lagi melangkahkan kaki
setelah divonis mengidap asam lambung akut. Perutnya
sering sekali melilit. Setiap kali makan, dia pasti muntah. Tidak adanya asupan
gizi yang terserap membuat badan Rahmad semakin kurus. Hal itulah yang membuat
dirinya jadi susah berjalan. Kedua kakinya bahkan tampak tinggal tulang
belulang saja sekarang. Karena
tak mampu lagi bekerja, Rahmad mengandalkan hidup dari hasil jerih payah istri
dan kedua anaknya. Namun, dia kini hanya bisa menaruh harapan kepada kedua anak
lelakinya. Sejak
Minggu, 5 Agustus 2018 lalu, istri Rahmad, Asih Widiastuti, tak pulang ke
rumah. Dia belum tahu keberadaan istrinya hingga sekarang. Terakhir bertemu
pada Minggu pagi, Asih pamit bekerja seperti biasanya ke Palur, Karanganyar. Rahmad
tak yakin istrinya pergi karena sengaja ingin meninggalkan dirinya dan kedua
anaknya. Rahmad berharap Asih bisa kembali pulang. Dia
memohon juga kepada masyarakat atau siapa saja yang mengetahui keberadaan Asih
agar bisa memberikan informasi kepada Rahmad lewat nomor telepon 089610381644
atau mendatangi rumah kontrakannya di Kampung Kentingan RT 004/RW 036 Kelurahan
Jebres, Solo. Rahmad
begitu berharap istrinya bisa pulang karena kasihan terhadap anak-anaknya yang
masih butuh kasih sayang dan bimbingan sang ibu. Pria Solo ini sudah meminta tolong kepada
temannya untuk membantu memviralkan informasi ini di media sosial mengenai
istrinya yang tak pulang. "Enggak
tahu ke mana istri saya pergi. Saya yakin dia pergi bukan karena keinginan
sendiri tapi ada dorongan dari orang lain. Saya berharap Asih bisa pulang.
Anak-anak masih butuh bimbingan ibu mereka. Saya juga masih butuh
pendamping," kata Rahmad dengan mata berkaca-kaca saat ditemui Solopos.com di
rumah kontrakannya, Senin, 13 Agustus 2018, pagi.
Pendapat
Menurut pendapat kami tentang manusia dan penderitaan ialah
Setiap insan manusia yang hidup di dunia pasti akan mengalami penderitaan atau kesusahan terhadap segala sesuatu. Karena penderitaan adalah menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkanyang berasal dari rencana tuhan yang harus dilewati setiap manusia. Hidup ini tidak selalu berisi keindahan pasti semua ada pahit pahitnya penderitaan dan itu semua harus dilalui dengan ikhlas dan sabar. Percayalah, semua akan indah pada waktunya.
Kelompok 3 :
1.
Alma
Luthfiani Fadhilah (10518583)
2.
Difka
Khalisha Salsabilla (11518192)
3.
Haura
Yuan Faradis (13518092)
4.
Hans
sudjatmiko (13518058)
