Kamis, 04 Oktober 2018

Kelompok 3 - Manusia dan Penderitaan



Manusia dan Penderitaan



Pengertian Manusia

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara umum manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain. Seorang Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antar komponen tersebut dapat terjadi antara individu dengna individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.



Pengertian Manusia Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:

  • NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
    Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
  • ABINENO J. I
    Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”.
  • UPANISADS
    Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
  • SOKRATES
    Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
  • KEES BERTENS
    Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
  • I WAYAN WATRA
    Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan.


Jenis Penderitaan
  • Penderitaan Karena Dosa
Alkitab dengan jelas memaparkan bahwa penderitaan masuk ke dalam dunia sebagai akibat dari jatuhnya manusia ke dalam dosa, walaupun sekarang tidak dapat dikatakan bahwa semua penderitaan disebabkan semata-mata karena dosa.

  • Penderitaan Karena Penyakit
Penyakit fisik juga dapat menyebabkan orang menderita. Sakit penyakit, apalagi yang berat dan berkepanjangan, akan menimbulkan penderitaan, baik bagi si penderita, maupun orang-orang di sekitarnya. 

  • Penderitaan Karena Alam
Seseorang dapat saja mengatakan bahwa sepertinya Tuhan tidak adil. Ada kalanya alam yang satu jauh lebih subur, sedangkan tanah yang lain tandus. Seperti negara Etiopia dan Somalia mengalami tragedi kemanusiaan, yakni kelaparan yang berkepanjangan karena alam mereka tampaknya tidak bersahabat. Pada kesempatan lain, manusia dapat menderita karena bencana alam, apakah itu karena angin topan, banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan bermacam-macam gejolak alam lainnya.


  • Penderitaan Karena Diri Sendiri
Seorang ahli filsafat, Socrates mengemukakan pernyataan yang amat terkenal, "know yourself", kenalilah dirimu sendiri dan engkau akan mendapatkan banyak kebahagiaan. Lalu muncul ungkapan, "be yourself", tidak menjadi diri sendiri membuat manusia sering frustasi, stres, dan mengalami banyak kegelisahan. Dunia hiburan mengatakan, "show yourself", sebagai kunci sesungguhnya yang membuat orang dapat tampil secara maksimal.

  • Penderitaan Karena Sesama
Manusia adalah serigala bagi sesamanya. Ungkapan ini hendak menjelaskan bahwa seseorang diri pun bisa mendatangkan kerugian bagi sesamanya demikian juga sebaliknya. Itu sebabnya dalam dunia politik pun tidak dikenal adanya kawan sejati, juga tidak ada musuh sejati. Yang ada hanyalah kepentingan sejati. Manusia dapat menderita karena perbuatan sesamanya, misalnya ditipu, diperas, dibunuh, difitnah, dilecehkan, disakiti, disiksa, dimanfaatkan, dan lain sebagainya.

  • Penderitaan Karena Perpisahan
Semua manusia pasti pernah mengalami perpisahan dan masih akan terus mengalaminya. Dengan orang-orang yang dekat, perpisahan itu mendatangkan kesedihan, perasaan bersalah, kesepian, atau dukacita yang membuat penderitaan tersendiri. Putus cinta merupakan penderitaan bagi yang mengalaminya. Perpisahan karena meninggalnya orang yang dikasihi mendatangkan perasaan duka yang mendalam.


Fungsi Penderitaan

1.    Menempa jiwa/mental
2.    Enimbulkan solidarisme dan empati kepada semua
3.    Menimbulkan rasa syukur
4.    Merasa dekat kepada sang pencipta



Contoh kasus

1. Bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah

"Update" Korban: 832 Orang Tewas karena Gempa dan Tsunami Palu Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, bertambah menjadi 832 Orang. Informasi terbaru tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho pada Minggu (30/9/2018) siang. "Update dampak bencana jumlah korban jiwa sampai siang ini pukul 13.00, total 832 orang meninggal dunia, yakni di Kota Palu 821 orang dan Donggala 11 orang," kata Sutopo. Korban tewas akibat tertimpa bangunan dan diterjang tsunami.
Sutopo mengatakan, jumlah korban kemungkinan masih akan terus bertambah karena pencarian dan evakuasi terus dilakukan. Proses pencarian dan evakuasi korban hari ini fokus di Hotel Roa Roa yang runtuh, Ramayana, Pantai Talise, hingga perumahan Balaroa. "Di Hotel Roa Roa diperkirakan ada 50-an orang korban," lanjutnya.

Artikel ini telah tayang di 
Kompas.com dengan judul "BNPB: Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu Jadi 832 Orang", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/30/14042881/bnpb-korban-tewas-gempa-dan-tsunami-palu-jadi-832-orang.
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman

2. Cerita Getir Pria Solo Usai Mengidap Asam Lambung

Solo - Nasib kurang beruntung dialami pria Solo ini. Sudah dua tahun Herry Rahmad Setiawan tak bisa berjalan. Dia hanya mampu mengisi waktunya dengan berbaring di ranjang. Laki-laki kelahiran 29 September 1974 itu tak sanggup lagi melangkahkan kaki setelah divonis mengidap asam lambung akut. Perutnya sering sekali melilit. Setiap kali makan, dia pasti muntah. Tidak adanya asupan gizi yang terserap membuat badan Rahmad semakin kurus. Hal itulah yang membuat dirinya jadi susah berjalan. Kedua kakinya bahkan tampak tinggal tulang belulang saja sekarang. Karena tak mampu lagi bekerja, Rahmad mengandalkan hidup dari hasil jerih payah istri dan kedua anaknya. Namun, dia kini hanya bisa menaruh harapan kepada kedua anak lelakinya. Sejak Minggu, 5 Agustus 2018 lalu, istri Rahmad, Asih Widiastuti, tak pulang ke rumah. Dia belum tahu keberadaan istrinya hingga sekarang. Terakhir bertemu pada Minggu pagi, Asih pamit bekerja seperti biasanya ke Palur, Karanganyar. Rahmad tak yakin istrinya pergi karena sengaja ingin meninggalkan dirinya dan kedua anaknya. Rahmad berharap Asih bisa kembali pulang. Dia memohon juga kepada masyarakat atau siapa saja yang mengetahui keberadaan Asih agar bisa memberikan informasi kepada Rahmad lewat nomor telepon 089610381644 atau mendatangi rumah kontrakannya di Kampung Kentingan RT 004/RW 036 Kelurahan Jebres, SoloRahmad begitu berharap istrinya bisa pulang karena kasihan terhadap anak-anaknya yang masih butuh kasih sayang dan bimbingan sang ibu. Pria Solo ini sudah meminta tolong kepada temannya untuk membantu memviralkan informasi ini di media sosial mengenai istrinya yang tak pulang. "Enggak tahu ke mana istri saya pergi. Saya yakin dia pergi bukan karena keinginan sendiri tapi ada dorongan dari orang lain. Saya berharap Asih bisa pulang. Anak-anak masih butuh bimbingan ibu mereka. Saya juga masih butuh pendamping," kata Rahmad dengan mata berkaca-kaca saat ditemui Solopos.com di rumah kontrakannya, Senin, 13 Agustus 2018, pagi.



Pendapat

Menurut pendapat kami tentang manusia dan penderitaan ialah

Setiap insan manusia yang hidup di dunia pasti akan mengalami penderitaan atau kesusahan terhadap segala sesuatu. Karena penderitaan adalah menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkanyang berasal dari rencana tuhan yang harus dilewati setiap manusia. Hidup ini tidak selalu berisi keindahan pasti semua ada pahit pahitnya penderitaan dan itu semua harus dilalui dengan ikhlas dan sabar. Percayalah, semua akan indah pada waktunya.












Kelompok 3 :
1.            Alma Luthfiani Fadhilah (10518583)
2.            Difka Khalisha Salsabilla (11518192)
3.            Haura Yuan Faradis (13518092)
4.            Hans sudjatmiko (13518058)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar